DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KPPBC TMP B BANDAR LAMPUNG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Artikel

PEMBEBASAN BEA MASUK DAN PAJAK DALAM RANGKA IMPOR BARANG PENUMPANG MENJADI USD 500 PER ORANG

16 Januari 2018

Bapak, Ibu dan temen-temen yang sering bepergian ke luar negeri, baik untuk liburan, urusan kerjaan atau kuliah di luar negeri, pernah gak sih berurusan dengan pemeriksaan bea cukai (customs)? Atau emang udah sering dan berpengalaman dengan pemeriksaan petugas bea dan cukai? Ada peraturan baru nih tentang barang penumpang. Pada tanggal 27 Desember 2017 Ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor Dan Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang Dan Awak Sarana Pengangkut.

Untuk yang masih pada bingung, admin akan coba jelaskan beberapa perubahan mendasar dari aturan sebelumnya dan informasi penting lainnya khususnya barang penumpang dari luar negeri, semoga bermanfaat :

 

DEFINISI BARANG BAWAAN PENUMPANG

Sebelumnya kita perlu tahu dulu nih apa sih yang dimaksud barang bawaan penumpang itu? Barang bawaan penumpang adalah barang yang dibawa oleh penumpang yang terdiri dari barang pribadi penumpang dan barang impor yang dibawa oleh penumpang selain barang pribadi (non-personal use).

 

PEMBEBASAN BEA MASUK DAN PAJAK DALAM RANGKA IMPOR MENJADI USD 500 PER ORANG

Pada aturan yang sebelumnya, pembebasan bea masuk dan PDRI yang diberikan untuk barang penumpang sebesar USD 250 per orang dan/atau USD 1000 per keluarga. Untuk aturan yang baru (Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 203/PMK.04/2017) atas barang pribadi penumpang diberikan pembebasan Bea Masuk (BM) dan PDRI sebesar USD 500 per orang, atas kelebihan nilai barang, akan dikenakan BM dan PDRI dengan rincian :

Bea Masuk (BM)        : 10% (flat)

PPN                                 : 10%

PPh                                  : 7,5% (jika punya NPWP) dan 15 % (jika tidak punya NPWP)

Ketentuan baru ini tidak lagi memberikan pembebasan berdasarkan kategori keluarga.

 

PERLAKUAN TERHADAP BARANG PENUMPANG SELAIN UNTUK KEPERLUAN PRIBADI

Pembebasan bea masuk dan PDRI diberikan atas barang pribadi penumpang. Apabila barang yang dibawa oleh penumpang bukan merupakan barang pribadi penumpang, dikenakan bea masuk dan PDRI sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum atas keseluruhan nilai barang. Misalnya penumpang membawa sparepart kendaraan bermotor sebanyak 50 pcs @usd 5 (jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi) atau membawa sparepart untuk pengeboran minyak seharga USD 300.

 

PEMBEBASAN APABILA MEMBAWA BARANG KENA CUKAI

Atas pembawaan barang kena cukai (BKC) diberikan pembebasan cukai untuk setiap orang dewasa dengan jumlah paling banyak :

  1. 200 (dua ratus) batang sigaret, 25 (dua puluh lima) batang cerutu, atau 100 (seratus) gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya; dan/atau
  2. 1 (satu) liter minuman mengandung etil alkohol.

Apabila BKC yang dibawa melebihi batas yang ditentukan, kelebihan BKC akan dilakukan pemusnahan ditempat.

 

MEMBAWA BARANG YANG BERASAL DARI INDONESIA

Terhadap barang yang berasal dari Indonesia yang dibawa ke luar negeri dan dibawa kembali ke Indonesia, tidak dikenakan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI). Namun apabila menginginkan kecepatan pelayanan saat kedatangan di Indonesia, barang tersebut dapat diberitahukan terlebih dahulu (tersedia format pemberitahuan) sebelum saat keberangkatan kepada petugas bea cukai.

 

MEMBAWA BARANG / PERALATAN KE INDONESIA DAN AKAN DIBAWA KEMBALI KE LUAR NEGERI

Atas pembawaan barang ke Indonesia dengan tujuan penggunaan sementara dan akan dibawa kembali ke luar Indonesia, dapat melalui mekanisme impor sementara dengan fasilitas penangguhan bea masuk.

 

CARA MELAPORKAN BARANG YANG DIBAWA KE INDONESIA

Penumpang melaporkan barang bawaannya dalam dokumen Customs Declaration (BC 2.2) yang diserahkan kepada petugas bea dan cukai saat kedatangan di Indonesia.

 

PROSEDUR APABILA ADA SEBAGIAN BARANG PENUMPANG YANG DIKIRIM DENGAN JASA PENGIRIMAN UNTUK KEPERLUAN DI INDONESIA

Barang bawaan penumpang dapat diselesaikan dengan menunjukan boarding pass, tiket dan paspor, serta di AWB yang tercantum nama pengirim dan penerimanya sama, dalam jangka waktu :

  • 30 hari sebelum atau 60 hari sesudah kedatangan, untuk perjalanan melalui laut.
  • 30 hari sebelum atau 15 hari sesudah kedatangan, untuk perjalanan melalui udara.

 

KETENTUAN MEMBAWA UANG TUNAI KE DAN DARI INDONESIA

Apabila pembawaan uang tunai dalam jumlah paling sedikit 100 juta rupiah (atau dengan mata uang asing dengan nilai setara), wajib diberitahukan kepada petugas bea dan cukai menggunakan PEB (ekspor) atau CD (impor). Apabila tidak dilaporkan akan dikenakan denda 10% sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia nomor 4/8/PBI/2002.




   Hak Cipta KPPBC TMP B Bandar Lampung @ 2016
Jl. Yos Sudarso Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung 35241